Jumat, 27 Juli 2012

Benar sekali, begini lebih baik...



Entah kenapa tiba-tiba aku ingin menulis tentang ini, mungkin karena aku sedang tidak punya ide bagus apapun untuk dijadikan tulisan atau___karena tiba-tiba saja aku merasa rindu dengan kenangan itu..

Beberapa hari yang lalu__aku membuka blog seseorang yang pernah menjadi harapan besar untuk kisahku. Seseorang yang pernah membuatku berharap bisa jadi special untuknya. Bisa membuatnya tertawa setiap hari, membuatnya marah dan kembali tersenyum atau__bisa membuatnya khawatir lalu merasa lega...
Dan sebuah kejutan untukku, aku mendapatinya menulis tentang__Ah,, entah aku yang terlalu "GR" atau__memang benar ia menulis tentangku..
Yang kutahu__aku mengenal semua moment yang diceritakannya...aku ingat setiap inci peristiwa yang ada di tulisan itu.. aku mengenal tokohnya walapun namanya di ubah...
Aku tersenyum lalu tertawa-tawa kecil saat membacanya, membaca di bagian...
__saat dia dengan senang hati mengantar gadis itu walaupun masih dengan muka berbentuk bantal padahal persyaratan yang diajukannya sama sekali tidak dipenuhi oleh gadis itu__gadis itu adalah orang pertama yang merepotkannya.

Tapi jujur__ada rasa aneh yang muncul secara bersamaan.. 
pertanyaannya__kenapa tiba-tiba saja dia menulis tentang itu semua?
seperti bernostalgia dengan moment-moment yang hampir kulupakan..
seperti membuka kotak kenangan yang sudah sukses kugembok dengan teliti agar tidak bermunculan lagi di slide ingatanku...

Semua kenangan itu pun bermunculan kembali satu per satu tanpa bisa kuhentikan... sungguh !
Saat dia menggangguku dengan ocehan anehnya..
saat dia berubah jadi menjengkelkan saat mencoba menyembunyikan modemku..
saat dia selalu saja menganggapku ulang tahun kapanpun kami sedang pergi ke suatu tempat..
chatingan aneh di facebook..
impiannya untuk hidup di sebuah desa kecil dengan keluarga yang sederhana..
saat dia berubah jadi merepotkan..
semuanya serasa menyenangkan, aku ingin terus tersenyum jika mengingat setiap peristiwa itu..
tapi disaat yang bersamaan..juga ada rasa takut, takut goyah lagi..
_Dia hanya menganggap gadis itu sebagai "ADIK", tidak lebih_ dia menulis bagian itu !

Aku sudah tahu itu sejak dulu__dan akupun sudah sukses hanya menganggapnya sebagai "KAKAK", tidak lebih,
sejak aku menyadari tidak akan pernah ada ruang di hatinya yang bisa menganggapku special,
sejak aku sadar kalau sampai kapanpun ia tidak akan pernah memandangku sebagai seorang wanita..
sejak aku sadar ia tidak akan pernah melihatku dengan cara yang lain walaupun
caraku melihatnya lain, 
caraku tersenyum padanya lain, 
caraku berbicara padanya lain.. 
Semua yang kulakukan di hadapannya jelas-jelas berbeda dengan apa yang kulakukan di hadapan orang lain..

Dia tidak pernah tahu kalau selalu saja ada rasa yang lain saat dia melakukan tindakan yang menunjukkan kalau dia peduli.., walaupun sekedar ke redaksi saat dia mendengar dari temanku kalau aku kesana sendiri di malam hari atau sekedar menelfonku untuk memastikan aku sudah ada di kos atau tidak. Semuanya..semuanya sudah cukup membuatku senang !

Baiklah__aku hanya ingin katakan,, aku sudah punya teman pengagum langit sekarang, dan aku sudah cukup bahagia dengan apa yang kumiliki sekarang.
Kau juga baik-baik saja kan? Ku harap kau juga merasa bahagia sekarang..dan kurasa kau adalah tipe orang yang tidak pernah merasa begitu terbebani dengan hal apapun, jadi kupikir__tidak akan ada masalah yang besar untukmu... Aku mengenalmu dengan sangat baik, tahu karaktermu setiap incinya..dan kurasa kau selalu akan baik-baik saja..

Terimakasih untuk semuanya, terimakasih karena telah mengajariku tentang...
sesuatu yang tidak pernah kulihat. Kau tahu? aku melihat indahnya alam di atas gunung, dan kau yang mengajariku pertama kali... ^__^
sesuatu yang tidak pernah ku pikirkan, ada banyak hal yang dulu tidak pernah terlintas dipikiranku dan kau yang mengajariku untuk mencoba memikirkan hal-hal itu, dan__
sesuatu yang tidak pernah kurasakan.., merasakan kelegaan yang luar biasa diketinggian, merasakan apa yang dinamakan kebebasan tanpa ada beban sedikitpun,
dan masih banyak hal lain yang pertama kali kulakukan denganmu..
Terimakasih untuk semua itu...kurasa memang aku tidak perlu melupakan semuanya, aku hanya perlu beradaptasi dengan segalanya yang sekarang berbeda, mencoba melihat kenangan itu sebagai suatu pelajaran yang berharga dan sebagai jejak sejarah yang pernah terukir dihidupku..

Judul cerita bersambung di blognya,"Begini lebih baik", kurasa memang benar, tepat sekali...begini memang lebih baik... <^__^>

5 komentar:

  1. saya bisa merasakan.
    kenangan memang membuat kita jadi banyak belajar.
    ambil hikmah lalu melangkah ke depan.

    BalasHapus
  2. Iemha....berhati-hatilah dengan asmara/////

    BalasHapus
  3. Ooooh jadi Airin itu Kak Ima? Dan Za itu Kak Ciwa? Baru ngerti saya. Romantisme story, Kak! Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. What?????????????????????????????????????

      Hapus
  4. Is it right, kak? Hahahaha.. Habis ceritanya nyambung, yasudah Indah kaitkan sama previous story yang ada, eh eh eh nyambung makanya Indah coba kasi ekspektasi, Kak. Hehe.. Sorry If had mistaken ^_^

    BalasHapus

design by Nur Mustaqimah Copyright© All Rights Reserved coretankeciliemha.blogspot.com